Merasa Bersalah Pada Diri Sendiri



Merasa bersalah sih wajar saja, ini bahkan bukti dirimu masih punya hati. Orang yang sudah “tidak punya hati “Sulit merasa bersalah lagi. Namun , jangan sampai rasa bersalah terlalu banyak menyita waktumu.

Tahukah anda bahwa ini sebenarnya ‘virus jiwa’ yang sangat memprihatinkan. Virus yang tanpa disadari telah menyerang banyak orang, secara nyata maupun tidak. Rasa kecewa pada diri sendiri tidak pernah datang secara tiba-tiba, Tetapi merupakan hasil dari sebuah proses, Proses bahwa seseorang mengalami terlebih dahulu kecewa kepada orang lain. Hati-hati, kekecewaan pada orang lain yang berlarut-larut akan berubah bentuk menjadi kecewa terhadap diri sendiri.

Pada awalnya kita semacam menyalahkan orang lain, “kook dia begitu sih?? . Kook dia jahat sih? Mengapa dia begini sama saya ?”

Ini masih taraf kecewa kepada orang lain. PERHATIKAN!!! Ketika persoalan itu tidak selesai , kemudian mindset berubah menjadi seperti ini . “Memang saya yang salah kayaknya, memang saya yang terlalu sial sih, memang saya tidak bisa diharapkan”. Ini sebenarnya sangat berbahaya, karena sudah sampai kecewa kepada diri sendiri atau bentuk menghakimi diri sendiri.

Gejala-gejala orang yang sudah mengalami kekecewaan pada diri sendiri adalah mulai apatis. Apatis itu cuek, dingin  terhadap segala sesuatu yang baik. Dia tidak mau melakukan hal itu lagi, Dari yang biasanya mau belajar, sudah mulai tidak belajar atau mengurangi jam belajar, yang biasanya sering pergi bersama teman-teman sekarang sudah tidak mau lagi.Cenderung menutup diri, berdiam diri dirumah.

Makanya selain memaafkan orang lain kita juga harus memaafkan diri sendiri. Dengan sebuah pemahaman apa yang sudah terjadi itu memang harus terjadi. Dengan kuasa seperti apapun kita tidak bisa kembali ke keadaan seperti semula atau Control Z :D :D :D . Hidup tidak seperti itu, apapun yang sudah terjadi ya terjadilah. Anda ingat sebuah Statemen bahwa tidak ada sehelai rambut pun terjatuh tanpa seizin Tuhan. Artinya saat anda membaca bagian ini, itupun atas seizin Tuhan J . Bahwa sekarang anda berada dalam kondisi berhutang, itupun atas seizin Tuhan.

Apalagi misalnya anda pernah mencelakai seseorang, anda merasa pernah menyakiti seseorang dan karena hal itu hidup orang menjadi tidak beruntung, hidupnya menjadi tersiksa, lalu berkata : “Yah itu salah saya, ini salah saya, gara-gara saya sih….” Oke, Rasa bersalah memang wajar dan manusiawi sekali, tetapi sekali lagu ingat bahwa tidak ada satu hal pun didunia ini yang terjadi atas seizin Tuhan. Ketahuilah bahwa Anda hanya “dipinjam” oleh Tuhan untuk membentuk dia. Saat anda sedang disakiti seseorang hal yang sama juga terjadi, orang yang menyakiti and sedang “dipinjam” Tuhan untuk memproses anda. Jadi Maafkanlah diri anda sepenuhnya seutuhnya sekaranng dan selamanya


NB: Saya bukan maksud menggurui atau Sok pintar, Kapasitas saya disini hanyalah berbagi dengan sesama ,,, Semoga bermanfaat

Related Posts:

0 Response to "Merasa Bersalah Pada Diri Sendiri"

Posting Komentar

1. Jangan berkomentar berbau SARA (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan)
2. Dilarang keras bullying didalam komentar
3. Jangan menaruh link didalam kotak komentar
4. Link Aktif akan terhapus otomatis