Merasa
bersalah sih wajar saja, ini bahkan bukti dirimu masih punya hati. Orang yang
sudah “tidak punya hati “Sulit merasa bersalah lagi. Namun , jangan sampai rasa
bersalah terlalu banyak menyita waktumu.
Pada
awalnya kita semacam menyalahkan orang lain, “kook dia begitu sih?? . Kook dia
jahat sih? Mengapa dia begini sama saya ?”
Ini masih taraf kecewa kepada orang lain. PERHATIKAN!!! Ketika persoalan itu tidak selesai , kemudian mindset berubah menjadi seperti ini . “Memang saya yang salah kayaknya, memang saya yang terlalu sial sih, memang saya tidak bisa diharapkan”. Ini sebenarnya sangat berbahaya, karena sudah sampai kecewa kepada diri sendiri atau bentuk menghakimi diri sendiri.
Gejala-gejala
orang yang sudah mengalami kekecewaan pada diri sendiri adalah mulai apatis. Apatis itu cuek, dingin terhadap segala sesuatu yang baik. Dia tidak
mau melakukan hal itu lagi, Dari yang biasanya mau belajar, sudah mulai tidak
belajar atau mengurangi jam belajar, yang biasanya sering pergi bersama
teman-teman sekarang sudah tidak mau lagi.Cenderung menutup diri, berdiam diri
dirumah.
Makanya
selain memaafkan orang lain kita juga harus memaafkan diri sendiri. Dengan
sebuah pemahaman apa yang sudah terjadi itu memang harus terjadi. Dengan kuasa
seperti apapun kita tidak bisa kembali ke keadaan seperti semula atau Control Z
:D :D :D . Hidup tidak seperti itu, apapun yang sudah terjadi ya terjadilah.
Anda ingat sebuah Statemen bahwa tidak ada sehelai rambut pun terjatuh tanpa
seizin Tuhan. Artinya saat anda membaca bagian ini, itupun atas seizin Tuhan J
. Bahwa sekarang anda berada
dalam kondisi berhutang, itupun atas seizin Tuhan.
Apalagi misalnya anda pernah mencelakai seseorang,
anda merasa pernah menyakiti seseorang dan karena hal itu hidup orang menjadi
tidak beruntung, hidupnya menjadi tersiksa, lalu berkata : “Yah itu salah saya,
ini salah saya, gara-gara saya sih….” Oke, Rasa bersalah memang wajar dan
manusiawi sekali, tetapi sekali lagu ingat bahwa tidak ada satu hal pun didunia
ini yang terjadi atas seizin Tuhan. Ketahuilah bahwa Anda
hanya “dipinjam” oleh Tuhan untuk membentuk dia. Saat anda sedang disakiti
seseorang hal yang sama juga terjadi, orang yang menyakiti and sedang
“dipinjam” Tuhan untuk memproses anda. Jadi Maafkanlah diri anda sepenuhnya
seutuhnya sekaranng dan selamanya
NB:
Saya bukan maksud menggurui atau Sok pintar, Kapasitas saya disini hanyalah
berbagi dengan sesama ,,, Semoga bermanfaat
0 Response to "Merasa Bersalah Pada Diri Sendiri"
Posting Komentar
1. Jangan berkomentar berbau SARA (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan)
2. Dilarang keras bullying didalam komentar
3. Jangan menaruh link didalam kotak komentar
4. Link Aktif akan terhapus otomatis